Melirik Potensi Bunga Nyekar alias Pacar Air di Kota Bogor
Rabu, 10 Maret 2021 14:34 WIB
Share
Warga Bogor yang membudidayakan bunga nyekar atau pacar air. (Foto:Metropolitan)

Bunga kim hong atau dikenal dengan sebutan pacar air sering dijumpai digunakan masyarakat saat momentum hari besar keagamaan. Bunga yang memiliki aneka warna itu digunakan sebagai bahan salah satu bunga tabur saat nyekar ke makam sanak saudara atau kerabat.


NUBOGOR - SELAIN sebagai bunga tabur, tanaman yang memiliki nama alamiah Impatiens balsamina L itu memiliki segudang man­faat sebagai tanaman obat dari mulai biji, bunga hingga daun.

Budi daya pacar air rupanya tidak hanya dilakukan pada saat momentum hari-hari be­sar tersebut saja. Seperti dila­kukan Suswandi, petani pacar air di Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Unang, sapaan karibnya, te­tap membudidayakannya di kebun seluas 800 meter per­segi. Dalam budi daya pacar air, ia tanam beda usia agar stok tetap terjaga terus ber­kesinambungan. ”Sengaja ada yang ditanam benih umur satu bulan dari pembibitan, ada yang umurnya dua bulan, biar ada terus tidak habis,” ka­tanya.


Sebelum penanaman, sam­bungnya, dilakukan pengola­han tanah terlebih dulu. Tanah yang sudah digemburkan di­berikan campuran sekam, pupuk kandang, dan didiam­kan sekitar satu minggu. Benih baru boleh ditabur setelah pengolahan tanah maksimal satu minggu. Saat awal ia me­mang membeli, tetapi sekarang sudah mandiri atau punya benih.

Baca Juga  PUPR Minta Pemda Duplikasi BSPS

Untuk perawatan tanaman ini, jelas Unang, tidak terlalu sukar. Pembersih rumput liar di sekitar tanaman utama bisa dilakukan rutin setiap seming­gu sekali. Sedangkan penyira­man bisa dilakukan satu kali setiap sore. Asalkan penyiraman menyesuaikan dengan kon­disi cuaca di Kota Bogor.

”Kalau musim kemarau ham­pir setiap sore. Tapi kalau mu­sim hujan seperti sekarang tidak perlu disiram, cukup dengan air hujan saja,” ujarnya.

Menurutnya, tanaman ber­batang basah dan daun me­manjang bergerigi di pinggir­nya ini disukai ulat daun, ulat pohon dan belalang ketika tanaman masih kecil. Untuk mengendalikan gangguan hama tersebut, ia biasanya menyemprotkan pembasmi hama.

Pada masa tanam kali ini, ia menanam pacar air beberapa macam warna. Di antaranya bunga merah, putih, ungu, dan oranye serta ping. Tanaman sendiri mulai dapat dipanen saat umur dua bulan sejak penanaman dengan produk­tivitas bunga berbeda-beda pada setiap tanaman.

Halaman
1 2
Reporter: Admin Local
Editor: Admin Local
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler