Jual Knalpot Bising di Bogor? Siap-Siap Ditindak Polisi
Rabu, 17 Maret 2021 10:33 WIB
Share
Ist

NUBOGOR - Satlantas Polresta Bogor Kota melakukan penindakan dan pemusnahan terhadap ratusan knalpot bising sepeda motor yang terjaring dalam penindakan selama delapan hari di Kota Bogor. Tak hanya itu, kini polisi tengah mengeker bengkel-bengkel yang kerap menjual knalpot bising atau tidak standar.

Hal itu diungkapkan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro. Selain penindakan dan pemusnahan 363 knalpot bising yang sudah dilakukan, pihaknya akan mengintruksikan anggotanya untuk melakukan sidak ke bengkel-bengkel motor. Terutama bengkel yang kerap menjual knalpot bising atau tidak standar.

“Ini menjadi hulunya dan ini yang kami redam. Kami akan menghimbau bengkel-bengkel untuk tidak menjual, memasangkan dan sebagainya. Dan dari hilirnya, kami akan melakukan tindakan keras di lapangan,” katanya, Selasa (16/3).

Tak kurang dari 363 buah knalpot sepeda motor terjaring dari penindakan oleh Polresta Bogor Kota selama delapan hari, yakni sejak 8 Maret hingga 15 Maret 2021. Ratusan knalpot itu pun dimusnahkan dengan cara dipotong menjadi dua bagian sehingga tidak digunakan lagi.

Kaporesta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan bahwa knalpot bising bukan hanya masalah lalu lintas, tetapi menjadi tindak awal dari penyebab berbagai gangguan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), yakni aksi tawuran.

“Knalpot bising itu memancing pengendara untuk meng-gas kencang kendaraannya. Secara otomatis memacu kendaraan pun akan semakin kencang dan berbahaya. Tidak hanya bagi pengendara tersebut, tetapi juga membahayakan warga Kota Bogor,” katanya saat konfrensi pers di Mako Polresta Bogor Kota, Kedunghalang, Kota Bogor.

Efek bising ini dianggap memacu agresifitas masyarakat. Sehingga terkadang membuat antar kelompok bersaing dan menimbulkan dampak kebencian. Hal tersebut diupayakan untuk memberikan kenyamanan pengguna jalan, termasuk mengurangi kecelakaan di Kota Bogor.

Di lokasi yang sama, Kasatlantas Polresta Bogor Kota Kompol Andriyanto menjabarkan kriteria-kriteria yang menjadikan penyebab terjadinya penindakan. Pertama dari kelengkapan-kelengkapan kendaraan, mulai dari spion, lampu isyarat dan yang paling utama dan prioritas sekarang ini knalpot-knalpot bising.

“Berdasarkan bukan hanya kasat mata, tapi berdasarkan kepada alat yang sudah ditentukan yaitu alat pengukur desibel,” kata Andriyanto.

Ia pun menjelaskan bagi para pengendara yang terjaring razia tersebut nantinya akan dikenakan sanksi tilang seperti yang telah diatur dalam Pasal 285 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tahun 2009, dengan sanksi kurungan satu bulan atau dikenai denda sebesar Rp 250 ribu.

“Nantinya kami bersama tim Bajra yang merupakan Tim Gabungan dari Sabhara dan Satlantas Polresta Bogor Kota masih terus melakukan tindakan pengendara yang knalpot bising,” tuturnya.

Ia pun menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bogor saat melakukan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor, untuk selalu memperhatikan keselamatan seperti menggunakan helm, sarung tangan dan jaket.

Halaman
1 2
Reporter: Admin Local
Editor: Admin Local
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler