Kasus Covid Naik 20 Persen, Kota Bogor Siap-siap Terapkan Ganjil Genap Jilid II
Rabu, 28 April 2021 11:24 WIB
Share
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Ist)

NUBOGOR - Saat ini tingkat penyebaran Covid-19 di Kota Bogor mengalami peningkatan sebanyak 20 persen jika dibandingkan dengan pekan lalu. Penyebaran ini pun diduga akibat euforia berlebih masyarakat setelah disiarkannya informasi bahwa kondisi penyebaran Covid-19 di Kota Bogor mulai terkendali.

Wali Kota Bogor Bima Arya pun tak segan-segan mengatakan pihaknya akan kembali menerapkan kebijakan Ganjil-Genap (Gage) untuk menekan mobilitas warga.

“Artinya ada euforia dari warga yang harus kembali dibatasi. Beberapa hari ini kita terus monitor kebijakan apa yang akan diambil, termasuk gage. Bukan menutup kemungkinan Gage diberlakukan apabila beberapa hari ke depan naik (positif Covid-19, red),” tegas Bima Arya saat ditemui di markas Satgas Covid-19 Kota Bogor, Senin (26/4).

Lebih lanjut, Bima juga memaparkan di mana klaster luar kota kini tengah mendominasi penyebaran Covid-19 di Kota Bogor. Sedangkan untuk tingkat usia, remaja dan lansia tingkat keterpaparannya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Kita harus sikapi sangat serius. Jangan sampai terjadi ledakan gelombang ke dua, jadi Covid-19 di Kota Bogor angkanya naik, klaster luar kota dan keluarga jadi dominan, dan anak-anak muda dan lansia tingkat keterpaparanya naik,” tukasnya.

Ganjil-Genap Berdasarkan Ruas Jalan

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan dalam penerapan Gage nantinya jika kembali diberlakukan akan terdapat perubahan. Di mana yang sebelumnya gage diterapkan berdasarkan jam, maka nanti gage akan diterapkan di beberapa ruas jalan.

“Misalnya jalan Pajajaran kita terapkan Gage. Berarti dari Warungjambu sampai dengan Sukasari itu tidak boleh dilewati sembarangan kendaraan karena itu jalur gage,” jelas Susatyo.

Kebijakan penerapan Gage ini, sambung Susatyo akan dikolaborasikan dengan program Crowd Free Road (CFR) yang selama ini sudah dijalankan oleh Satgas Covid-19 Kota Bogor.

Selain itu, untuk memastikan mobilitas warga berhasil ditekan, Susatyo mengungkapkan akan mengerahkan 15.000 personel gabungan yang tergabung di Satgas Kewaspadaan Pemudik dan Pendatang.

“Hari rabu mulai melaksanakan kegiatan untuk percobaan karena nanti kan mulai dari tanggal 6 sudah mulai jadwalnya adalah baik itu pra sampai pasca, nah sekarang kita mulai sosialisasi dan imbauan kepada pengendara ataupun pemilik angkutan,” pungkasnya.(tum)

Halaman
1 2
Reporter: Admin Local
Editor: Admin Local
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler